1. Aktivitas Ritel di Jakarta Selatan Berjalan Normal
Pantauan langsung di sejumlah gerai ritel modern di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, menunjukkan operasi berjalan secara normal. Para konsumen tampak beraktivitas seperti biasa, tanpa adanya gangguan berarti.
2. Stok dan Harga Beras Terkendali
Di Alfamart Setiabudi, stok beras ukuran 5 kg telah tersedia kembali, menandakan pemulihan pasokan kebutuhan pokok. Ini menunjukkan bahwa distribusi logistik tetap berfungsi meski ada tekanan eksternal.
Masih di ranah kebutuhan pokok, beras premium dilaporkan langka hampir di seluruh ritel modern, terpengaruh kasus beras oplosan yang sempat mencoreng kepercayaan publik.
3. Desakan Untuk Hindari Panic Buying
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menegaskan bahwa pasokan di ritel modern masih aman. Ia menyoroti fenomena panic buying yang tidak perlu—contohnya membeli berlebihan “kalau biasanya beli satu, tiba-tiba beli tujuh atau sepuluh”. Ia mengimbau masyarakat untuk berbelanja secukupnya dan tidak terprovokasi informasi menyesatkan.
4. Penurunan Traffic Akibat Demo dan Unjuk Rasa
Gelombang demonstrasi yang terus berlangsung beberapa hari terakhir telah mulai menekan trafik konsumen di mal-mal, khususnya yang berada di dekat kawasan unjuk rasa. Beberapa mall bahkan terpaksa tutup lebih awal atau sepenuhnya. Misalnya, Mall Atrium disebut tidak bisa beroperasi hingga esok hari, sedangkan kunjungan konsumen di Jakarta Pusat tercatat sangat rendah.
5. Tren Jangka Panjang : Perubahan Perilaku dan Penurunan Belanja
Menurut Bank Indonesia, diperkirakan penjualan eceran Indonesia akan terus menurun hingga September 2025, walau diprediksi akan rebound pada akhir tahun menjelang Natal dan Tahun Baru.
Secara struktural, data menunjukkan bahwa kelas menengah Indonesia menyusut sekitar 20% dari puncaknya—dari sekitar 60 juta pada 2018 menjadi 47,9 juta pada Maret 2024. Ini berdampak besar pada daya beli dan strategi ritel modern yang selama ini mengandalkan konsumen kelas menengah sebagai segmen utama.
6. Keberlanjutan serta Pencapaian Digital
Ritel berbasis offline seperti perseroan ritel besar seperti Matahari Department Store tetap beroperasi secara luas, dengan 142 outlet di 79 kota (per 1H 2025) dan memiliki brand digital lewat situs berita Jakarta hari ini. Keberhasilan finansial juga tercermin melalui aset dan pendapatan di kuartal pertama—menunjukkan bahwa sebagian ritel tradisional masih menjaga stabilitas.
Sementara itu, e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai US$46,6 miliar pada 2025, didorong oleh internet yang semakin merata, smartphone, dan metode pembayaran digital.
Ringkasan Kondisi Ritel Modern pada 1 September 2025
| Aspek | Kondisi |
|---|---|
| Operasional Ritel | Normal di daerah non-pengunjuk rasa seperti Setiabudi |
| Stok & Harga | Stok umum (beras medium) lancar, premium langka |
| Risiko Panic Buying | Diimbau untuk hindari pembelian berlebihan |
| Dampak Demo | Traffic konsumen menurun, beberapa mal tutup lebih awal |
| Tren Penjualan | Masih turun, potensi rebound di Desember 2025 |
| Perubahan Ekonomi | Penyusutan kelas menengah menekan permintaan |
| Bauran Ritel | Offline tetap dominan, e-commerce terus tumbuh |
